Kemenag Berdampak

https://depok.kemenag.go.id/berdampak

"Kemenag Berdampak" adalah slogan dan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama untuk mewujudkan pelayanan dan program keagamaan yang memberikan manfaat nyata serta positif bagi masyarakat, mencakup isu kerukunan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, lingkungan, hingga digitalisasi layanan, dengan tujuan agar Kemenag lebih hadir, melayani, dan memberikan dampak sosial yang signifikan.


Program itu merupakan langkah konkret Kemenag dalam mendukung Asta-Cita serta 17 program prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Delapan Program Prioritas Kemenag Berdampak itu adalah Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji dan Digitalisasi Tata Kelola

1. Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan

Kemenag akan memperkuat regulasi kerukunan umat beragama serta peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mendeteksi dini potensi konflik berbasis keagamaan. Selain itu, akan dilakukan pengembangan kurikulum berbasis cinta kemanusiaan dan penghargaan terhadap perbedaan di lembaga pendidikan dan pelatihan keagamaan.

2. Penguatan Ekoteologi: Merawat Bumi dengan Kesadaran Keagamaan

Menjawab krisis iklim global, Kemenag akan menginisiasi program berbasis kesadaran keagamaan terhadap pelestarian lingkungan. Agama memiliki nilai-nilai luhur dalam menjaga alam, seperti konsep Khilafah dalam Islam, Tri Hita Karana dalam Hindu, dan Laudato Si' dalam Katolik.

Kemenag juga akan meningkatkan pelatihan berbasis kesadaran lingkungan, dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat dalam program-program ekologis.

3. Layanan Keagamaan Berdampak

Kemenag akan melakukan transformasi layanan keagamaan agar lebih mudah diakses dan memberikan manfaat langsung bagi umat. Hal ini mencakup digitalisasi layanan keagamaan, peningkatan kapasitas penyuluh agama, dan penguatan lembaga keagamaan sebagai pusat layanan sosial masyarakat.

4. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi

Pendidikan keagamaan harus adaptif terhadap tantangan zaman. Kemenag menargetkan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan menjadi pusat pembelajaran yang unggul, inklusif, dan berbasis teknologi.

5. Pemberdayaan Pesantren

Pesantren akan didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan yang lebih mandiri. Pemerintah akan memperkuat peran pesantren dalam pengembangan keterampilan santri, kemandirian ekonomi, serta inovasi di bidang pendidikan dan kewirausahaan.

6. Pemberdayaan Ekonomi Umat

Ekonomi berbasis keagamaan akan menjadi fokus utama Kemenag, terutama dalam mendukung UMKM berbasis pesantren, koperasi syariah, dan program zakat serta wakaf produktif. Hal ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai agama.

7. Sukses Haji

Peningkatan layanan haji akan terus dilakukan, termasuk optimalisasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), peningkatan fasilitas akomodasi jemaah, serta perbaikan sistem manajemen perjalanan haji agar lebih efisien dan nyaman.

8. Digitalisasi Tata Kelola

Kemenag akan menerapkan digitalisasi dalam berbagai aspek layanan untuk meningkatkan transparansi, efektivitas, dan aksesibilitas bagi masyarakat. Program ini mencakup digitalisasi layanan pernikahan, sertifikasi halal, layanan keagamaan, hingga administrasi pendidikan keagamaan.

Program Asta Protas Kemenag Berdampak merupakan manifestasi nyata dari komitmen Kemenag dalam menciptakan layanan keagamaan yang lebih inklusif, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan delapan program prioritas ini, Kemenag tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan nasional, tetapi juga dalam mewujudkan kehidupan beragama yang lebih harmonis, berdaya, dan maju.