LIMO (KEMENAG) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Limo melalui Penyuluh Agama Islam, H. Jajang Suryana, S.Ag., mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi berbagai kondisi dan ujian kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan rutin di Majelis Taklim (MT) Al-Muwahidin, RT 3/1, Kelurahan Limo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah MT Al-Muwahidin dan dihadiri Ketua MT Al-Muwahidin, Ustadzah Ayanih. Dalam kesempatan tersebut, H. Jajang Suryana menyampaikan materi keagamaan yang dikaitkan dengan kondisi masyarakat, termasuk situasi kebencanaan dan musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah.
H. Jajang mengingatkan jamaah agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan berbagai amalan kebaikan. Menurutnya, memperbanyak istigfar dan shalawat merupakan bagian dari ikhtiar batin yang dapat dilakukan umat Islam untuk memohon ampunan, pertolongan, keselamatan, serta keberkahan dari Allah SWT.
“Dalam menghadapi berbagai kondisi dan ujian, mari kita perkuat ikhtiar lahir dan batin. Salah satunya dengan memperbanyak istigfar dan shalawat, disertai doa agar Allah SWT memberikan keselamatan, perlindungan dari berbagai musibah, serta menurunkan hujan yang membawa keberkahan,” ujarnya.
H. Jajang juga mengingatkan jamaah agar doa dan tawakal senantiasa berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertama, perbanyak istigfar sebagai bentuk introspeksi dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kedua, perbanyak shalawat sebagai bagian dari kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Ketiga, tetap melakukan ikhtiar sesuai kemampuan dan kondisi, karena tawakal bukan berarti meninggalkan usaha,” lanjutnya.
Menurut H. Jajang, menghadapi kondisi alam maupun berbagai persoalan kehidupan membutuhkan sikap tenang, kepedulian terhadap sesama, serta keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut, KUA Kecamatan Limo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tangguh, peduli, dan senantiasa mengedepankan doa serta usaha dalam menghadapi berbagai kondisi kehidupan.






